home
contact
Tips Otomotif
Tips Rekondisi Mobil Pasca Mudik

Ritual tahunan melalui perjalanan mudik pulang kampung saat Idul Fitri telah usai. Namun mobil yang telah melakukan perjalanan jauh diperlukan rekondisi agar mobil sehat kembali dan fit untuk digunakan beraktivitas sehari-hari. Terdapat hal mendasar yang perlu dijadikan perhatian mengapa kendaraan perlu dicek kembali kelayakannya. Pertama adalah berkaitan dengan karakter perjalanan yang dilakukan. Pada perjalanan jauh ke luar kota, biasanya mobil akan berhadapan dengan putaran mesin yang konstan, serta kecepatan yang relatif selalu berada dalam kondisi tinggi yang memungkinkan mobil berlari di atas kecepatan 80 km / jam. Sedangkan dalam perjalanan jarak pendek, kondisi mobil akan lebih bervariasi, bahkan cenderung 'stop & go', terutama jika menghadapi kemacetan.

Selain faktor kemacetan, alasan lain perlunya rekondisi adalah beban angkut kendaraan yang biasanya berlebih dan banyaknya kondisi jalan yang menanjak, seperti di kawasan Nagrek yang akan membuat komponen kompling dan rem bekerja ekstra keras. Lalu apa saja yang perlu diperhatikan setelah mobil menunaikan tugas dengan mobilitas tinggi tersebut?

  1. Bagian paling penting adalah perhatikan kondisi rem. Biasanya setelah menempuh perjalanan jauh atau ketika dalam perjalanan ke luar kota, mobil sering sekali melakukan 'heavy breaking'. Untuk itu perhatikan sistem pengereman secara menyeluruh, mulai dari rem depan, belakang hingga rem parkir. Bila sudah terasa kurang menggigit, alangkah baiknya jika kanvas rem dan minyak rem diganti.
  2. Peranti kopling juga harus diperiksa kondisinya. Untuk memeriksa apakah kopling masih berada dalam kondisi baik, cara sederhananya masukan transmisi ke posisi gigi dua atau tiga. Selanjutnya injak pedal kopling secara perlahan dan secara bersamaan injak pedal gas dan rem sekaligus. Pastikan mesin mati saat pedal gas dan rem diinjak. Namun jika mesin tetap hidup, berarti terjadi slip di kanvas kopling dan sebaiknya langsung diganti dengan yang baru. Untuk transmisi otomatis lakukan perawatan dengan mengecek kondisi oli transmisi otomatisnya.
  3. Komponen lainnya yang perlu dicek adalah kondisi oli mesin. Sebab, pelumas tersebut telah bekerja ekstra keras di segala kondisi seperti di putaran tinggi atau kemacetan parah selama berjam-jam. Oli mesin juga bisa menjadi kotor akibat adanya karbon, asam dan zat kotoran lainnya dari proses pembakaran. Oli yang berkualitas baik bukan hanya memiliki fungsi sebagai pelumas saja, tapi juga pendingin mesin dan perapat 'seal' antara torak dengan silinder yang berfungsi mencegah hilangnya tenaga mesin. Untuk itu sebaiknya langsung ganti oli meskipun belum saatnya ganti oli seperti yang disarankan buku manual. Soal pelumas mesin ini, percayakan selalu pada EVALUBE, pelumas produksi dalam negeri yang sudah teruji kehandalannya dan memiliki sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).
  4. Periksa juga filter oli, busi, saringan udara dan saringan bahan bakar dan bersihkan dari kotoran yang menempel untuk mendapatkan kinerja yang maksimal.
  5. Jika mobil kerap melalui jalanan rusak, maka diperlukan pengecekan pada sektor kaki-kaki. Apalagi bila mobil mengangkut beban berat, kemungkinan besar suspensi dan per akan mengalami kerusakan. Bawalah ke bengkel spesialis kaki-kaki dan mintalah untuk diperbaiki atau mengganti dengan produk baru bila diperlukan.
  6. Selanjutnya periksa bantalan roda (bearing) dan laher. Tanda bantalan roda sudah aus, saat mobil dijalankan timbul suara mendengung yang makin lama makin keras. Segera ganti dengan yang baru bila mengalami kerusakan karena piranti ini berhubungan dengan kestabilan saat berkendara.
  7. Buka tutup radiator dan perhatikan ketinggian air di dalamnya. Mesin yang telah bekerja keras selama mudik tentunya membutuhkan penyalur panas yang bekerja lebih ekstra pula, sehingga biasanya air radiator akan berkurang. Bila ketinggian air radiator tidak mencapai level maksimal, segera tambahkan 'coolant'; atau jika terpaksa gunakan air minum kemasan.
  8. Periksa pula bagian eksterior, interior, ban hingga lampu-lampu. Di bagian eksterior bisa dengan cara membersihkan kotoran yang melekat pada bodi kendaraan. Jangan biarkan kotoran menempel terlalu lama, karena bisa mengeras dan mengakibatkan cat bodi menjadi kusam dan cacat. Begitu pula pada interior kabin, segera dibersihkan bila ada kotoran karena kalau dibiarkan biasanya akan menimbulkan bau yang tidak sedap.